“BERMURAH HATI-LAH PADA SESAMA”
Obaja 1 : 12 Janganlah memandang rendah saudaramu, pada hari kemalangannya, dan janganlah bersukacita atas keturunan Yehuda pada hari kebinasaannya; dan janganlah membual pada hari kesusahannya.Kita pernah mendengar: “tertawa di atas penderitaan orang lain”, dapat diartikan sebagai mengambil keuntungan dari kemalangan orang lain. Kalimat tersebut dapat diartikan sama dengan ayat bacaan di atas.
Terlepas dari latar belakang ayat ini, jelas bahwa kita tidak boleh tertawa, bersukacita melihat orang yang berada dalam penderitaan apalagi mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain. Tuhan melarang jemaatNya berkelakuan seperti itu, karena itu bukan sifat Tuhan. Tuhan itu kasih, dan Dia ingin menolong orang dalam kesusahannya.
Bila kita melihat seseorang yang gagal, kita seharusnya tidak menuding dia dengan kejam atau merasa angkuh atau lebih unggul dari dia. Tapi, kita harus merasa sedih untuk orang itu, berdoa untuk dia dan dengan sungguh-sungguh berusaha menolong dia sedapat mungkin. Kristus tidak pernah bahagia atas kejatuhan siapapun dalam dosa, Dia ingin kalau bisa seorangpun tidak binasa (Yoh 3:16).
1 Kor 13:4: “..., kasih itu murah hati...”. Murah hati adalah kasih yang bekerja. Orang yang murah hati tidak akan dengan sengaja melukai perasaan orang lain. Orang yang murah hati tidak senang memperberat beban orang lain. Sikap murah hati akan menolong membawa orang kepada Kristus yang kita layani.
Dalam merespon kegagalan, penderitaan orang lain, kita harus mengambil sikap yang sama dengan Tuhan kita, menolongnya bukan bersukacita. Ingatlah, kita adalah wakil Kristus dan kita harus selalu bersikap seperti Dia, maka orang lain akan melihat Kristus di dalam kita, dan menginginkan kehidupan seperti kita.
