Rabu, 10 Oktober 2012
“CARILAH TUHAN MAKA KAMU AKAN HIDUP”
Senin, 24 September 2012
Kristus adalah kekuatan dan hikmat Allah
Berserah pada Tuhan
Selasa, 23 Februari 2010
Kebaktian Minggu 28 Feb 2010
TATA IBADAH MINGGU
28 Februari 2010
(L = Liturgis, J = Jemaat)
Saat Teduh
01. Bernyanyi: KJ No 18: 1-2 “Allah Hadir bagi Kita”
1. Allah hadir bagi kita, dan hendak memb’ri berkat
Melimpahkan kuasa RohNya bagai hujan yang lebat
Reff: Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!
Baharui hati kami, o curahkan kurnia.
2. Allah hadir, sungguh hadir di jemaatNya yang kudus (jemaat berdiri)
biar kasih kurniaNya menyegarkan kita t’rus
Reff:
02. Votum - Introitus - Doa:
L: Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus, dan Nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi. Amin
Lihatlah perisai kami, ya Allah, pandanglah wajah orang yang Kau urapi! Sebab lebih baik satu hari di pelataranMu dari pada seribut hari di tempat lain. Betapa disenani tempat kediamanMu, ya, Tuhan semesta alam! Jiwaku hancur karena merindukan pelatara-pelataran Tuhan. Haleluya!
J: Haleluya! Haleluya! Haleluya! (dinyanyikan)
L: Marilah kita berdoa: Ya Bapa kami yang Mahapengasih! Allah sumber kebahagiaan kami. Pada masa-masa ini kami mengingat dan merenungkan penderitaan dan kematian Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Kuduskanlah dan pusatkanlah hati kami, agar kami sanggup merasakan semua penderitaan dan kesengsaraan yang telah diderita AnakMu Tuhan Yesus. Tunjukkanlah kepada kami dosa yang telah kami lakukan yang harus kami tinggalkan dan tolonglah kami mengalahkan keinginan-keinginan dagin, kuatkan kami melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan dengan kehendak Penebus kami, Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin (jemaat duduki)
03. Bernyanyi: KJ No 407: 1 “Tuhan, Kau Gembala kami”
1. Tuhan, Kau Gembala kami, tuntun kami, dombaMu
b’rilah kami menikmati hikmat, pengurbananMu.
Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami ini milikMu
Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami ini milikMu
04. Hukum Tuhan:
L: Dengarlah Hukum Tuhan:
Hukum yang ke IX : Janganlah kamu mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu manusia
Apakah artinya?
Yaitu: Haruslah kita takut akan Allah serta harus kasih akan Dia; maka janganlah kita memfitnah sesama manusia atau menghianatinya atau mengumpat-umpatnya, merendahkan nama baiknya; seharusnya kita membela sesama manusia sementara belum diketahui benar akan kesalahannya, serta hanya menyatakan segala kebaikan budi bahasanya.
Marilah ita berdoa memohon kekuatan untuk melakukan yang sesuai dengan Hukum Tuhan
J: Ya Tuhan Allah kuatkanlah kiranya untuk kami melakukan yang sesuai dengan HukumMu. Amin
05. Bernyanyi: KJ No 27 : 1 “Meski Tak Layak Diriku” (jemaat berdiri)
1. Meski tak layak diriku, tetapi kar’na darahMu
dan kar’na Kau memanggilku, ku datang, Yesus, padaMu
06. Pengakuan Dosa
L: Marilah kita merendahkan diri untuk mengaku dosa kita!
Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang di Sorga. Engkau Mahamurah, kasihMu kekal selama-lamanya. Kami datang kehadapanMu mengaku dan memohon keampunan segala dosa dan kesalahan kami. Tataplah kami dengan berkat kasihMu serta ampunilah dosa kami di dalam penebusan AnakMu Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat kami. Amin
J: Bernyanyi : KJ No 27 : 5 “Meski Tak Layak Diriku”
5. Sebagaimana adanya – jiwaku sunggu bercela
darahMulah pembasuhnya; ku datang, Tuhan padaMu
L: Dengarlah janji Tuhan tentang pengampunan Dosa:
Demikianlah Firman Tuhan: Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepadaKu sebab Aku telah menebus engkau!
Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi!
L+J: Amin (jemaat duduk)
07. Bernyanyi: KJ No 395 : 1 “Betapa Indah Harinya”
1. Betapa indah harinya saat kupilih Penebus
Alangkah sukacitanya ‘ku memb’ritakannya terus
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.
Kudiajari Penebus berjaga dan berdoa t’rus
Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku
08. Pembacaan Epistel: Lukas 7 : 36-50
L: Firman Tuhan yang menjadi Epistel pada minggu ini adalah Lukas 7 : 36-50. Marilah kita membacanya secara responsorial….
Demikianlah Firman Tuhan.
Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan serta memeliharanya.
L+J: Amin
09. Bernyanyi: KJ No 45 : 1 “Muliakan Allah Yang Esa” (jemaat berdiri)
1. Muliakan Allah Yang Esa di sorga mahatinggi
sebab kekal selamanya selamat kita ini
yang berkenan kepadaNya beroleh damai
yang baka, dendampun tiada lagi
10. Pengakuan Iman Rasuli
L: Marilah kita bersama-sama mengaku Iman kepercayaa kita, sebagaimana teman-teman seiman di seluruh dunia. Kita bersama-sama mengucapkannya:
L+J: Aku percaya kepada Allah, Bapa yang mahakuasa, khalik langit dan bumi.
Aku percaya kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita, yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut. Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke sorga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang mahakuasa, dan akan datang dari
Aku percaya kepada Roh Kudus, dan adanya gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus, pengampunan dosa, kebangkitan daging dan hidup yang kekal. Amin (jemaat duduk)
11. Bernyanyi: KJ No 60 : 1 “Hai Makhluk Alam Semesta”
1. Hai makhluk alam semesta Tuhan Allahmu
pujilah: Haleluya, Haleluya!
Surya perkasa dan terang, candra, kartika
Cemerlang, puji Allah tiap kala:
Haleluya, Haleluya, Haleluya!
12. Renungan: Nats: Nehemia 9 : 26-31 oleh : Pdt R Simanjuntak
13. Bernyanyi: KJ No 339 : 1 + 3 “Maju, Laskar Kristus” (Persembahan)
1. Maju, laskar Kristus, lawan kuasa g’lap.
Ikut salib Yesus, sungguh dan tetap!
Rajamu sendiri jalan di depan;
Majulah, iringi panji cemerlang!
Reff: Maju laskar Kristus, lawan kuasa g’lap
Ikut salib Yesus, sungguh dan tetap!
3. Bagai laskar jaya G’reja maju t’rus
di jejak teladan saksi yang kudus.
Kita satu tubuh yang kudus dan am;
Satu pengharapan, satu pun iman
Reff:
14. Doa Persembahan:
Nyanyian persembahan : (lagu BE 204)
Tuhan karuniaMu, roh dan jiwaku semua
Nyawa juga hidupku, harta milikku semua
Kuserahkan padaMu, untuk s’lama-lamanya.
15. Doa Bapa kami+ Berkat
SELAMAT HARI MINGGU
Bergaul dengan benar
Pengaruh dari pergaulan sangat kuat sekali terhadap anak muda. Kecenderungan emosi yang masih labil dan masih dalam kondisi untuk mencari jati diri akan membuat mereka mencoba-coba apa yang mereka lihat dan rasakan. Oleh karena itu anak muda perlu ekstra hati-hati dalam pergaulannya, karena masa depan mereka akan dipengaruhi oleh apa yang dilakukan pada masa muda.
Bagaimana agar anak-anak muda dapat tetap berjalan dalam kebenaran?
“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Kor 15:33)
Dengan siapa anak muda bergaul, seperti itulah anak muda akan terbentuk. Jika bergaul dengan teman-teman yang pintar, aktif dalam kegiatan positif, takut akan Tuhan dan rajin beribadah, maka anak muda akan ikut menjadi seperti teman-temannya itu.
Tetapi jika anak muda bergaul dengan teman-teman yang mempunyai kebiasaan buruk seperti merokok, bolos, pergaulan bebas, kehidupan malam, perkelahian, pemberontakan terhadap orang tua, pencurian, narkotika dan obatan-obatan; maka tinggal menunggu waktu sampai kebiasaan mereka akan menjadi sama dengan teman-temannya itu.
Memilih teman merupakan hal yang sangat penting bagi anak muda. Bukan berarti anak muda harus sombong dan tidak perlu mengenal orang lain, anak muda tetap perlu bergaul secara luas. Maksud dari teman disini adalah orang lain yang dapat dijadikan sebagai orang yang ditemui hampir setiap hari, orang yang menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati, orang yang dapat mengerti kesukaan, orang yang dapat “nyambung” dalam pembicaraan, orang yang dapat diajak jalan-jalan ke tempat yang disukai dan lainnya. Oleh karena orang itu juga yang akan mempengaruhi kehidupan anak muda, maka penting sekali bagi anak muda untuk “memilih” dengan siapa ia dapat bergaul.
Tuhan ingin agar anak-anak muda dapat tetap berjalan dalam kebenaran. Pergaulan memang dibutuhkan, tetapi anak muda harus tetap berada dalam pergaulan yang sehat dan positif. Amin
Selasa, 09 Februari 2010
Bermurah hati pada sesama
Kita pernah mendengar: “tertawa di atas penderitaan orang lain”, dapat diartikan sebagai mengambil keuntungan dari kemalangan orang lain. Kalimat tersebut dapat diartikan sama dengan ayat bacaan di atas.
Terlepas dari latar belakang ayat ini, jelas bahwa kita tidak boleh tertawa, bersukacita melihat orang yang berada dalam penderitaan apalagi mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain. Tuhan melarang jemaatNya berkelakuan seperti itu, karena itu bukan sifat Tuhan. Tuhan itu kasih, dan Dia ingin menolong orang dalam kesusahannya.
Bila kita melihat seseorang yang gagal, kita seharusnya tidak menuding dia dengan kejam atau merasa angkuh atau lebih unggul dari dia. Tapi, kita harus merasa sedih untuk orang itu, berdoa untuk dia dan dengan sungguh-sungguh berusaha menolong dia sedapat mungkin. Kristus tidak pernah bahagia atas kejatuhan siapapun dalam dosa, Dia ingin kalau bisa seorangpun tidak binasa (Yoh 3:16).
1 Kor 13:4: “..., kasih itu murah hati...”. Murah hati adalah kasih yang bekerja. Orang yang murah hati tidak akan dengan sengaja melukai perasaan orang lain. Orang yang murah hati tidak senang memperberat beban orang lain. Sikap murah hati akan menolong membawa orang kepada Kristus yang kita layani.
Dalam merespon kegagalan, penderitaan orang lain, kita harus mengambil sikap yang sama dengan Tuhan kita, menolongnya bukan bersukacita. Ingatlah, kita adalah wakil Kristus dan kita harus selalu bersikap seperti Dia, maka orang lain akan melihat Kristus di dalam kita, dan menginginkan kehidupan seperti kita.
Hikmat dari Tuhan
“HIKMAT dari TUHAN”
(Amsal 2 : 6 Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya datang pengetahuan dan kepandaian.)
Hari-hari ini bangsa Indonesia sedang mengalami masa-masa yang sulit. Setelah kenaikan harga BBM, harga-harga kebutuhan pokokpun ikut naik. Tidak sedikit umat TUHAN yang ikut merasakan dampaknya. Kekristenan bukanlah cara hidup agar tidak mengalami atau jauh dari masalah, namun hidup yang mengikuti teladan Kristus.
Kalau demikian bagaimana kita menyikapi keadaan sulit ini? Kita akan menjawab yaitu dengan “iman”. Ya, dengan iman, kita akan sadar bahwa TUHAN mempunyai maksud dan rancangan yang terbaik bagi setiap umatNya, termasuk saat kita diizinkan mengalami krisis. Namun ada satu hal lagi yang kita perlukan yaitu “hikmat” dari TUHAN dalam menghadapi masa sulit ini.
Hikmat membuat kita mempunyai pengetahuan yang benar dan yang salah dimata TUHAN. Dengan hikmat, mata hati kita terbuka untuk mengetahui kenapa masa sulit ini harus dialami, dan mengetahui rencana TUHAN di balik semuanya. Hikmat TUHAN mengajari kita untuk bisa melihat masa sulit dari sisi positif. Hikmat mengingatkan kita untuk tidak jauh dari TUHAN melainkan semakin mengakrabkan hati kita denganNya. Dia juga mengajarkan kita pengetahuan bahwa pertolongan kita satu-satunya dimasa sulit hanyalah dari TUHAN bukan dari yang lain dan memberi kepandaian pada kita bagaimana mengatasi masa krisis yang kita hadapi.
