Noel Forum

Rabu, 10 Oktober 2012

“CARILAH TUHAN MAKA KAMU AKAN HIDUP”



Sermon Parhalado HKBP Ressort Bandung Tengah
Selasa, 9 Oktober 2012
Nats :      Ev. Amos 5 : 6-7; 10-15
Ep. Ibrani (Heber) 4 : 12-16

“CARILAH TUHAN MAKA KAMU AKAN HIDUP”
Amos adalah seorang nabi dari Yehuda (berasal dari Tekoa) yang melayani di Israel Utara. Ia melayani pada masa pemerintahan Raja Yerobeam II di Israel Utara dan Raja Uzia di Yehuda sekitar abad 8 SM.
Nats minggu ini diawali dengan suatu nasihat / himbauan nabi Amos kepada bangsa Israel : Carilah TUHAN maka kamu akan hidup( ay. 6). Himbauan ini cukup aneh bukankah bangsa Israel adalah bangsa yang mengaku TUHAN sebagai Allah mereka dan yang kepadaNya mereka beribadah? Himbauan inipun ditambah dengan pengertian bahwa kematian akan menghabisi keturunan Yusuf (nama lain dari bangsa Israel Utara) bila tidak mencari TUHAN. Apakah yang terjadi?
Ayat sebelum nats minggu ini kita bisa melihat bahwa Raja Yerobeam tidak menghapus berhala, tidak menghapus tempat-tempat dimana orang menyembah dewa-dewa. Hal ini jahat dimata TUHAN, mereka tidak sepenuh hati beribadah kepada TUHAN.
Ay 7, 10-12 : Dosa-dosa bangsa Israel terutama dalam cara mereka memperlakukan satu sama lain. Mereka tidak mengasihi sesama mereka. Mereka membuat keadilan menjadi pahit (ipuh) dan menolak nasihat kebenaran. Menginjak-injak hak orang miskin. Memungut pajak dari mereka yang memiliki begitu sedikit. Mereka membangun rumah-rumah dan kebun-kebun anggur untuk diri mereka sendiri.
Kehidupan di Israel menjadi tidak adil.  Penyelewengan hukum / keadilan, menerima suap. Pemerintahan berpihak pada yang mempunyai uang (orang kaya), tidak mempedulikan mereka yang miskin. Orang kaya semakin kaya. Masyarakat miskin menjadi lebih miskin. Orang fasik makmur dan orang yang benar / baik menjadi terjepit.
Nabi Amos memperingatkan bahwa TUHAN akan menghukum mereka atas perbuatan jahat mereka. Mereka tidak akan menempati rumah yang mereka bangun, tidak akan meminum anggur dari kebun anggur yang mereka buat. TUHAN sendiri bagaikan api akan memakan habis keturunan Yusuf dan pada saat itu, orang berakal budi akan diam bahkan dewa yang mereka sembahpun (Betel) tidak akan mampu memadamkan api itu.
Kesempatan masih dibuka melalui seruan: “Carilah yang baik dan jangan yang jahat” … “Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik”, (ay 14-15) inilah arti seruan nabi Amos yang mengatakan “Carilah TUHAN …”
Mencari TUHAN berarti mencari yang baik dan bukan yang jahat. Mencari TUHAN berarti berbuat baik terhadap orang lain/sesama, terutama yang miskin dan lemah, baik dalam komunitas sendiri maupun masyarakat umumnya. Inilah ibadah yang diinginkan TUHAN bagi kita. Ibadah yang benar tidak dapat dibatasi pada kegiatan keagamaan di gereja, ibadah yang benar mencakup keseluruhan hidup manusia (Roma 12:1), memperhatikan orang yang lemah dan yang membutuhkan (Yak 1:27). Mengasihi TUHAN dan mengasihi sesama merupakan pasangan yang tidak terpisahkan.
Mencari yang baik dan membenci yang jahat adalah kunci untuk mencari TUHAN, hanya dengan demikianlah kita akan memiliki hidup dan TUHAN akan menyertai dan mengasihani kita’(ay. 14-15). Amin.
st hdi sipahutar

Senin, 24 September 2012

Kristus adalah kekuatan dan hikmat Allah



Sermon Parhalado HKBP Ressort Bandung Tengah
Selasa, 6 Maret 2012
“Kristus adalah kekuatan dan hikmat Allah”
Ev. 1 Korintus 1:18-25                                                                     Ep. Mazmur 19 : 1-15

Pemberitaan tentang salib akan dipandang sebagai “kebodohan” oleh mereka yang kurang mengerti, sebab dalam penilaian manusia memang nampaknya bodoh kalau Anak Allah harus mati dibunuh oleh karena dosa manusia, seharusnya dosa itu bisa dibinasakan oleh Allah. Itulah hikmat dunia / manusia yang hanya melihat sebatas pada salib saja dan tidak melihat lebih jauh, yaitu pada kebangkitan dan kemenangan Tuhan Yesus atas kematian. Namun pemberitaan salib atau Injil itu adalah “kekuatan Allah”. Injil membuktikan karya dan kuasa Allah untuk mengalahkan kuasa dosa serta memperbarui manusia yang percaya ( Rom. 1:16). Karya Kristus merupakan hikmat Allah.

Hikmat manusia dan hikmat Allah selalu bertentangan. Manusia selalu berusaha dengan pikirannya sendiri dalam usahanya mencari keselamatan dan menolak rencana atau jalan keselamatan yang Allah tawarkan melalui penyaliban dan kebangkitan Kristus. Karena itu adalah tidak masuk akal dan dianggap bodoh, beriman kepada Tuhan Yesus yang mati disalibkan.

Hikmat manusia tidak dapat menuntun manusia kepada Allah, namun sebaliknya Allah-lah melalui penyataan diri-Nya kepada manusia yaitu dalam “kebodohan pemberitaan Injil” yang dapat menuntun setiap orang percaya datang kepadaNya. Pemberitaan salib dianggap sebagai suatu “kebodohan” karena dikatakan bahwa Kristus harus menderita, bahkan mati agar manusia dapat selamat. Bagi mereka yang percaya kepada “kebodohan pemberitaan” itulah, Allah berkenan memberi keselamatan.

Manusia duniawi selalu berharap bahkan menuntut bukti melalui “Tanda dan Hikmat”. Pemberitaan salib menjadi batu sandungan bagi orang Yahudi dan menjadi kebodohan bagi orang bukan Yahudi (khususnya bangsa Yunani). Mereka tidak bisa menerima / percaya bahwa Mesias (Anak Allah) harus mati disalibkan, untuk menyelamatkan manusia dari dosa, mereka menganggap sebagai kegagalan besar. Tidak mungkin dan tidak dapat diterima akal sehat orang yang mati disalibkan dapat menyelamatkan orang lain. Injil merupakan berita yang sulit untuk diterima dan harus ditolak, hikmat manusia menganggap karya Kristus suatu kebodohan.

Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Ini berlaku bagi mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi, dkl. berlaku bagi semua orang. Mereka yang menerima dan percaya kepada Injil adalah termasuk dalam orang yang dipanggil. Hanya yang percaya sajalah yang dapat mengerti bahwa pemberitaan salib Kristus merupakan “kekuatan Allah” dan “hikmat Allah” untuk mengalahkan kuasa dosa dan maut. Dan merupakan satu-satunya jalan untuk menyelamatkan manusia. Oleh karena itu, walaupun kelihatan “bodoh” dan “lemah” dipandang dari sudut duniawi, rencana Allah melalui salib itu melebihi segala hikmat dan kekuatan manusia. Apa yang bodoh dari Allah masih lebih besar hikmatnya dibanding kebesaran hikmat manusia. Apa yang lemah dari Allah masih jauh lebih kuat dibanding segala kekuatan manusia.
Salib merupakan bukti betapa kekuatan dan hikmat manusia telah dipermalukan oleh Allah. Keselamatan melalui salib hanya dimungkinkan oleh hikmat dan kuasa Allah. Amin.

st hdi sipahutar

Berserah pada Tuhan



Berserah pada Tuhan
Nats: Yeremia 11 : 18 - 23
Memberitakan firman Tuhan bukanlah pekerjaan yang ringan, enteng dan mudah. Sebab menyatakan firman Tuhan adalah menyatakan kebenaran, menyatakan hal yang bertentangan dengan keinginan atau hasrat manusia dan yang sering mendapat reaksi negatif dari manusia itu sendiri. Manusia tidak selalu bersikap positif dalam merespon kebenaran yang disampaikan sekalipun itu adalah firman Tuhan. Kebenaran yang disampaikan kadang-kala mendatangkan hujatan bahkan rancangan kejahatan seperti pembunuhan misalnya. Hal seperti itulah yang dialami oleh nabi Yeremia, ketika ia diutus Tuhan menyampaikan firmanNya ke tengah-tengah bangsa Israel.
Nabi Yeremia bukanlah nabi yang asing bagi kita. Yeremia berasal dari Anatot, keturunan seorang imam dan telah dipanggil Tuhan sejak dari kandungan ibunya. Ia adalah seorang nabi yang jujur, tulus dan polos. Ia memberitakan Firman Tuhan dengan berani kepada bangsa Yehuda. Tetapi pada kenyataannya orang Yehuda bukannya mendengarkan Firman Tuhan yang disampaikannya, melainkan mereka malah bersekongkol untuk melakukan perkara jahat kepada Yeremia.
Dalam nats hari ini justru kaumnya sendiri dari Anatot yang merencanakan kejahatan pembunuhan terhadap dirinya.
Pada pasal sebelumnya diceritakan bagaimana bangsa Yehuda melakukan pelanggaran yaitu mereka menyembah dewa Baal bukan menyembah Tuhan sebagai Allah mereka. Dihadapan Tuhan mereka membakar korban bakaran sebagai persembahan bagi dewa Baal. Bangsa Yehuda tidak lagi mengingat dan peduli dengan perjanjian nenek moyang mereka untuk taat dan mendengarkan perkataan Tuhan. Disinilah letak kesalahan mereka yang membuat Tuhan marah namun Tuhan masih mengasihi mereka dengan mengutus seorang nabi Yeremia.
Sesuai panggilannya, nabi Yeremia menyampaikan segala apa yang difirmankan Tuhan kepada bangsa Yehuda (orang-orang Anatot). Ia mengingatkan akan kesalahan yang mereka lakukan, mengingatkan mereka untuk bertobat dan menubuatkan hukuman Tuhan atas pelanggaran yang mereka lakukan. Peringatan yang disampaikan nabi Yeremia membuat kegeraman dan kemarahan bangsa Yehuda khususnya orang-orang Anatot dimana nabi Yeremia berasal. Peringatan Tuhan justru mengeraskan hati mereka untuk semakin jauh melanggar perintah Tuhan. Ditengah-tengah kegeraman itu timbul pemikiran dan rencana jahat mereka untuk menghabisi nyawa nabi Yeremia karena nabi ini selalu menyampaikan kebenaran yang menyakitkan hati mereka tidak seperti nabi lain yang selalu menyampaikan hal-hal yang mereka sukai. Disinilah letak perbedaan nabi Yeremia dengan nabi lain saat itu, nabi lain menyampaikan apa yang disukai bangsa Yehuda dan menyetujui kesalahan yang dilakukan bangsa Yehuda tetapi berbeda dengan nabi Yeremia, justru nabi ini mengingatkan mereka dengan keras untuk bertobat yang sudah barang tentu tidak disukai bangsa Yehuda.
Nabi Yeremia yang berhati jujur dan polos bagai anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih tidak tahu rencana bangsanya sendiri atas dirinya. Namun Tuhan yang mengetahui isi batin dan hati manusia, mengetahui rencana jahat mereka terhadap nabi Yeremia, dan memberitahukannya kepada nabi Yeremia (ay 18).
Bagaimanakah reaksi nabi Yeremia terhadap kejahatan bangsanya, ia tidak marah apalagi mendendam. Reaksi Nabi Yeremia ketika tahu bahwa penduduk Anatot berencana membunuhnya ialah: menyerahkan perkaranya pada Allah sambil terus menyuarakan kebenaran Allah. Ia tidak takut ancaman pembunuhan itu sebab ia tahu siapa yang mengutusnya dan firman siapa yang ia sampaikan. Dari pada takut, marah, dendam, melakukan pembalasan, Yeremia lebih memilih menyerahkan perkaranya kepada Allah yang telah mengutusnya. Ia yakin bahwa Allah tidak akan tinggal diam tetapi akan menunjukkan keadilan kepada hamba-hambaNya (ay 20).
Hal ini menjadi teladan bagi kita, orang Kristen, belajar dari sikap nabi Yeremia yaitu keteguhan, kesetiaan, dan penyerahan diri kepada Tuhan
Orang Kristen diminta tetap mau menyatakan /  memberitakan kebenaran walau itu mengandung resiko. Ada kemungkinan jika kita bertindak benar, jujur dan adil di tengah-tengah kebohongan dan kepalsuan hidup pada masa kini, kita juga akan menghadapi aneka tekanan dan ancaman, dan kita akan merasa sendirian seolah berada ‘di ujung tanduk’.
Dalam situasi seperti itu dapat timbul godaan untuk meninggalkan kesetiaan kita, tidak lagi mau menyatakan hal kebenaran. Dan dihadapkan pada dua pilihan bagi orang Kristen yang menghadapi situasi demikian: maju terus atau mundur!
Puji Tuhan, dari sejarah Alkitab, kita tahu bahwa ada banyak hamba Allah yang berani menanggung resiko demi menjalankan tugas dan tanggungjawab yang telah Allah berikan. Juga dalam sejarah gereja, ada banyak misionaris (penginjil) yang tetap memilih kata pantang mundur apalagi menyerah! untuk melayani Allah melalui jemaatNya.
Sama seperti Yeremia, setiap hamba Tuhan atau orang Krsiten akan menghadapi resiko pelayanan atau resiko dalam mempertahankan iman percayanya. Dibenci, difitnah, dianiaya bahkan dibeberapa tempat ada yang dibunuh. Namun nats ini mengajarkan pada kita untuk tidak ada kata mundur apalagi menyerah! Sebab kita tahu dan mengenal siapa yang mengutus kita, siapa yang kita percayai yaitu Tuhan Allah yang kita percayai dalam nama Yesus Kristus.
Selain itu juga nats ini mengantar kita pada pertanyaan bagaimanakah sikap kita terhadap firman Tuhan yang terkadang membuat kita sakit hati karena kebenarannya mengungkapkan kesalahan kita. Apakah kita bersikap seperti orang – orang Anatot yang tidak peduli, membenci kebenaran bahkan berencana untuk membunuh orang yang memberitakan kebenaran? Ataukah kita mau dengan hati terbuka mendengar firman Tuhan dan berbalik setia kepada Tuhan sepanjang hidup kita? Semua tergantung pada kita namun melalui nats ini kita diingatkan segala hal yang kita lakukan dan atau pilih akan membawa akibat. Bila kita memilih setia terhadap firman Tuhan bahkan memberitakannya, maka Tuhan akan tetap beserta dengan kita dalam menghadapi berbagai masalah yang dihadapi, Dia akan bertanggung jawab atas hidup kita. Bila kita memilih untuk tidak mau mendengar firman Tuhan maka seperti nubuatan dalam nats ini (ay 22-23) kita dan keturunan kita akan hidup sia-sia bahkan malapetaka akan datang pada waktu hukuman Tuhan.
Saudara-saudara, seperti gambaran penderitaan nabi Yeremis, sebagai seorang Kristen yang percaya pada Kristus kita tidak akan luput dari masalah karena iman percaya kita. Jika kita mengalami atau menghadapi berbagai masalah dan ancaman dalam pernyataan diri kita sebagai seorang pengikut Kristus apalagi dalam memberitakan kebenaran firman Allah, marilah kita tetap tegar, lemah lembut dan rendah hati, setia pada iman percaya, pada tugas dan panggilan kita dan dalam hati berdoa seperti Yeremia: ”Kepada-Mulah kuserahkan perkaraku”(ay 20b). Sebab kita percaya bahwa Allah senantiasa menyertai dan mendampingi kita. Percayalah bahwa kebenaran, keadilan dan kejujuran pasti akan menang atas kebohongan, kepalsuan dan ketidakadilan. Dalam 2 Tesalonika 3:3 dikatakan “Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.”  Maka tetaplah setia didalam hidup beriman dan percaya kepada Yesus Kristus. Amin


St H. Sipahutar
Majelis HKBP Bandung Reformanda

Selasa, 23 Februari 2010

Kebaktian Minggu 28 Feb 2010

TATA IBADAH MINGGU

28 Februari 2010

(L = Liturgis, J = Jemaat)

Saat Teduh

01. Bernyanyi: KJ No 18: 1-2 “Allah Hadir bagi Kita”

1. Allah hadir bagi kita, dan hendak memb’ri berkat

Melimpahkan kuasa RohNya bagai hujan yang lebat

Reff: Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!

Baharui hati kami, o curahkan kurnia.

2. Allah hadir, sungguh hadir di jemaatNya yang kudus (jemaat berdiri)

biar kasih kurniaNya menyegarkan kita t’rus

Reff:

02. Votum - Introitus - Doa:

L: Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus, dan Nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi. Amin

Lihatlah perisai kami, ya Allah, pandanglah wajah orang yang Kau urapi! Sebab lebih baik satu hari di pelataranMu dari pada seribut hari di tempat lain. Betapa disenani tempat kediamanMu, ya, Tuhan semesta alam! Jiwaku hancur karena merindukan pelatara-pelataran Tuhan. Haleluya!

J: Haleluya! Haleluya! Haleluya! (dinyanyikan)

L: Marilah kita berdoa: Ya Bapa kami yang Mahapengasih! Allah sumber kebahagiaan kami. Pada masa-masa ini kami mengingat dan merenungkan penderitaan dan kematian Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Kuduskanlah dan pusatkanlah hati kami, agar kami sanggup merasakan semua penderitaan dan kesengsaraan yang telah diderita AnakMu Tuhan Yesus. Tunjukkanlah kepada kami dosa yang telah kami lakukan yang harus kami tinggalkan dan tolonglah kami mengalahkan keinginan-keinginan dagin, kuatkan kami melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan dengan kehendak Penebus kami, Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin (jemaat duduki)

03. Bernyanyi: KJ No 407: 1 “Tuhan, Kau Gembala kami”

1. Tuhan, Kau Gembala kami, tuntun kami, dombaMu

b’rilah kami menikmati hikmat, pengurbananMu.

Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami ini milikMu

Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami ini milikMu

04. Hukum Tuhan:

L: Dengarlah Hukum Tuhan:

Hukum yang ke IX : Janganlah kamu mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu manusia

Apakah artinya?

Yaitu: Haruslah kita takut akan Allah serta harus kasih akan Dia; maka janganlah kita memfitnah sesama manusia atau menghianatinya atau mengumpat-umpatnya, merendahkan nama baiknya; seharusnya kita membela sesama manusia sementara belum diketahui benar akan kesalahannya, serta hanya menyatakan segala kebaikan budi bahasanya.

Marilah ita berdoa memohon kekuatan untuk melakukan yang sesuai dengan Hukum Tuhan

J: Ya Tuhan Allah kuatkanlah kiranya untuk kami melakukan yang sesuai dengan HukumMu. Amin

05. Bernyanyi: KJ No 27 : 1 “Meski Tak Layak Diriku” (jemaat berdiri)

1. Meski tak layak diriku, tetapi kar’na darahMu

dan kar’na Kau memanggilku, ku datang, Yesus, padaMu

06. Pengakuan Dosa

L: Marilah kita merendahkan diri untuk mengaku dosa kita!

Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang di Sorga. Engkau Mahamurah, kasihMu kekal selama-lamanya. Kami datang kehadapanMu mengaku dan memohon keampunan segala dosa dan kesalahan kami. Tataplah kami dengan berkat kasihMu serta ampunilah dosa kami di dalam penebusan AnakMu Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat kami. Amin

J: Bernyanyi : KJ No 27 : 5 “Meski Tak Layak Diriku”

5. Sebagaimana adanya – jiwaku sunggu bercela

darahMulah pembasuhnya; ku datang, Tuhan padaMu

L: Dengarlah janji Tuhan tentang pengampunan Dosa:

Demikianlah Firman Tuhan: Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepadaKu sebab Aku telah menebus engkau!

Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi!

L+J: Amin (jemaat duduk)

07. Bernyanyi: KJ No 395 : 1 “Betapa Indah Harinya”

1. Betapa indah harinya saat kupilih Penebus

Alangkah sukacitanya ‘ku memb’ritakannya terus

Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku.

Kudiajari Penebus berjaga dan berdoa t’rus

Indahlah harinya Yesus membasuh dosaku

08. Pembacaan Epistel: Lukas 7 : 36-50

L: Firman Tuhan yang menjadi Epistel pada minggu ini adalah Lukas 7 : 36-50. Marilah kita membacanya secara responsorial….

Demikianlah Firman Tuhan.

Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan serta memeliharanya.

L+J: Amin

09. Bernyanyi: KJ No 45 : 1 “Muliakan Allah Yang Esa” (jemaat berdiri)

1. Muliakan Allah Yang Esa di sorga mahatinggi

sebab kekal selamanya selamat kita ini

yang berkenan kepadaNya beroleh damai

yang baka, dendampun tiada lagi

10. Pengakuan Iman Rasuli

L: Marilah kita bersama-sama mengaku Iman kepercayaa kita, sebagaimana teman-teman seiman di seluruh dunia. Kita bersama-sama mengucapkannya:

L+J: Aku percaya kepada Allah, Bapa yang mahakuasa, khalik langit dan bumi.

Aku percaya kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita, yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut. Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke sorga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang mahakuasa, dan akan datang dari sana kelak untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus, dan adanya gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus, pengampunan dosa, kebangkitan daging dan hidup yang kekal. Amin (jemaat duduk)

11. Bernyanyi: KJ No 60 : 1 “Hai Makhluk Alam Semesta”

1. Hai makhluk alam semesta Tuhan Allahmu

pujilah: Haleluya, Haleluya!

Surya perkasa dan terang, candra, kartika

Cemerlang, puji Allah tiap kala:

Haleluya, Haleluya, Haleluya!

12. Renungan: Nats: Nehemia 9 : 26-31 oleh : Pdt R Simanjuntak

13. Bernyanyi: KJ No 339 : 1 + 3 “Maju, Laskar Kristus” (Persembahan)

1. Maju, laskar Kristus, lawan kuasa g’lap.

Ikut salib Yesus, sungguh dan tetap!

Rajamu sendiri jalan di depan;

Majulah, iringi panji cemerlang!

Reff: Maju laskar Kristus, lawan kuasa g’lap

Ikut salib Yesus, sungguh dan tetap!

3. Bagai laskar jaya G’reja maju t’rus

di jejak teladan saksi yang kudus.

Kita satu tubuh yang kudus dan am;

Satu pengharapan, satu pun iman

Reff:

14. Doa Persembahan:

Nyanyian persembahan : (lagu BE 204)

Tuhan karuniaMu, roh dan jiwaku semua

Nyawa juga hidupku, harta milikku semua

Kuserahkan padaMu, untuk s’lama-lamanya.

15. Doa Bapa kami+ Berkat

SELAMAT HARI MINGGU

Bergaul dengan benar

Pembacaan ayat: 1 Kor 15:33
“Bergaul dengan benar”
Perkembangan jaman dan kemajuan teknologi saat ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan anak muda. Tidak dapat dipungkiri bahwa anak-anak muda senantiasa mengikuti perkembangan mode dan trend terbaru, dan berusaha untuk bisa menjadi pusat perhatian dari lingkungannya. Anak-anak muda akan berusaha agar dapat diterima oleh lingkungan pergaulannya, sehingga apapun yang teman-temannya sedang lakukan akan mereka ikuti atau tiru.
Pengaruh dari pergaulan sangat kuat sekali terhadap anak muda. Kecenderungan emosi yang masih labil dan masih dalam kondisi untuk mencari jati diri akan membuat mereka mencoba-coba apa yang mereka lihat dan rasakan. Oleh karena itu anak muda perlu ekstra hati-hati dalam pergaulannya, karena masa depan mereka akan dipengaruhi oleh apa yang dilakukan pada masa muda.
Bagaimana agar anak-anak muda dapat tetap berjalan dalam kebenaran?
“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Kor 15:33)
Dengan siapa anak muda bergaul, seperti itulah anak muda akan terbentuk. Jika bergaul dengan teman-teman yang pintar, aktif dalam kegiatan positif, takut akan Tuhan dan rajin beribadah, maka anak muda akan ikut menjadi seperti teman-temannya itu.
Tetapi jika anak muda bergaul dengan teman-teman yang mempunyai kebiasaan buruk seperti merokok, bolos, pergaulan bebas, kehidupan malam, perkelahian, pemberontakan terhadap orang tua, pencurian, narkotika dan obatan-obatan; maka tinggal menunggu waktu sampai kebiasaan mereka akan menjadi sama dengan teman-temannya itu.
Memilih teman merupakan hal yang sangat penting bagi anak muda. Bukan berarti anak muda harus sombong dan tidak perlu mengenal orang lain, anak muda tetap perlu bergaul secara luas. Maksud dari teman disini adalah orang lain yang dapat dijadikan sebagai orang yang ditemui hampir setiap hari, orang yang menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati, orang yang dapat mengerti kesukaan, orang yang dapat “nyambung” dalam pembicaraan, orang yang dapat diajak jalan-jalan ke tempat yang disukai dan lainnya. Oleh karena orang itu juga yang akan mempengaruhi kehidupan anak muda, maka penting sekali bagi anak muda untuk “memilih” dengan siapa ia dapat bergaul.
Tuhan ingin agar anak-anak muda dapat tetap berjalan dalam kebenaran. Pergaulan memang dibutuhkan, tetapi anak muda harus tetap berada dalam pergaulan yang sehat dan positif. Amin

Selasa, 09 Februari 2010

Bermurah hati pada sesama

“BERMURAH HATI-LAH PADA SESAMA”

Obaja 1 : 12 Janganlah memandang rendah saudaramu, pada hari kemalangannya, dan janganlah bersukacita atas keturunan Yehuda pada hari kebinasaannya; dan janganlah membual pada hari kesusahannya.

Kita pernah mendengar: “tertawa di atas penderitaan orang lain”, dapat diartikan sebagai mengambil keuntungan dari kemalangan orang lain. Kalimat tersebut dapat diartikan sama dengan ayat bacaan di atas.
Terlepas dari latar belakang ayat ini, jelas bahwa kita tidak boleh tertawa, bersukacita melihat orang yang berada dalam penderitaan apalagi mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain. Tuhan melarang jemaatNya berkelakuan seperti itu, karena itu bukan sifat Tuhan. Tuhan itu kasih, dan Dia ingin menolong orang dalam kesusahannya.
Bila kita melihat seseorang yang gagal, kita seharusnya tidak menuding dia dengan kejam atau merasa angkuh atau lebih unggul dari dia. Tapi, kita harus merasa sedih untuk orang itu, berdoa untuk dia dan dengan sungguh-sungguh berusaha menolong dia sedapat mungkin. Kristus tidak pernah bahagia atas kejatuhan siapapun dalam dosa, Dia ingin kalau bisa seorangpun tidak binasa (Yoh 3:16).
1 Kor 13:4: “..., kasih itu murah hati...”. Murah hati adalah kasih yang bekerja. Orang yang murah hati tidak akan dengan sengaja melukai perasaan orang lain. Orang yang murah hati tidak senang memperberat beban orang lain. Sikap murah hati akan menolong membawa orang kepada Kristus yang kita layani.
Dalam merespon kegagalan, penderitaan orang lain, kita harus mengambil sikap yang sama dengan Tuhan kita, menolongnya bukan bersukacita. Ingatlah, kita adalah wakil Kristus dan kita harus selalu bersikap seperti Dia, maka orang lain akan melihat Kristus di dalam kita, dan menginginkan kehidupan seperti kita.

Hikmat dari Tuhan

“HIKMAT dari TUHAN”

(Amsal 2 : 6 Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya datang pengetahuan dan kepandaian.)

Hari-hari ini bangsa Indonesia sedang mengalami masa-masa yang sulit. Setelah kenaikan harga BBM, harga-harga kebutuhan pokokpun ikut naik. Tidak sedikit umat TUHAN yang ikut merasakan dampaknya. Kekristenan bukanlah cara hidup agar tidak mengalami atau jauh dari masalah, namun hidup yang mengikuti teladan Kristus.

Kalau demikian bagaimana kita menyikapi keadaan sulit ini? Kita akan menjawab yaitu dengan “iman”. Ya, dengan iman, kita akan sadar bahwa TUHAN mempunyai maksud dan rancangan yang terbaik bagi setiap umatNya, termasuk saat kita diizinkan mengalami krisis. Namun ada satu hal lagi yang kita perlukan yaitu “hikmat” dari TUHAN dalam menghadapi masa sulit ini.

Hikmat membuat kita mempunyai pengetahuan yang benar dan yang salah dimata TUHAN. Dengan hikmat, mata hati kita terbuka untuk mengetahui kenapa masa sulit ini harus dialami, dan mengetahui rencana TUHAN di balik semuanya. Hikmat TUHAN mengajari kita untuk bisa melihat masa sulit dari sisi positif. Hikmat mengingatkan kita untuk tidak jauh dari TUHAN melainkan semakin mengakrabkan hati kita denganNya. Dia juga mengajarkan kita pengetahuan bahwa pertolongan kita satu-satunya dimasa sulit hanyalah dari TUHAN bukan dari yang lain dan memberi kepandaian pada kita bagaimana mengatasi masa krisis yang kita hadapi.

Mintalah dan perolehlah hikmat dari TUHAN karena itu akan menuntun hidup kita pada jalan yang benar, mengajari kita bagaimana bersikap yang benar dalam menjalani kehidupan kekristenan kita. Amin.