Sermon Parhalado HKBP
Ressort Bandung Tengah
Selasa, 6 Maret 2012
“Kristus adalah kekuatan dan hikmat
Allah”
Ev. 1 Korintus 1:18-25 Ep.
Mazmur 19 : 1-15
Pemberitaan tentang salib akan dipandang sebagai “kebodohan”
oleh mereka yang kurang mengerti, sebab dalam penilaian manusia memang
nampaknya bodoh kalau Anak Allah harus mati dibunuh oleh karena dosa manusia,
seharusnya dosa itu bisa dibinasakan oleh Allah. Itulah hikmat dunia / manusia
yang hanya melihat sebatas pada salib saja dan tidak melihat lebih jauh, yaitu
pada kebangkitan dan kemenangan Tuhan Yesus atas kematian. Namun pemberitaan
salib atau Injil itu adalah “kekuatan Allah”. Injil membuktikan karya dan kuasa
Allah untuk mengalahkan kuasa dosa serta memperbarui manusia yang percaya (
Rom. 1:16). Karya Kristus merupakan hikmat Allah.
Hikmat manusia dan hikmat Allah selalu bertentangan. Manusia
selalu berusaha dengan pikirannya sendiri dalam usahanya mencari keselamatan
dan menolak rencana atau jalan keselamatan yang Allah tawarkan melalui
penyaliban dan kebangkitan Kristus. Karena itu adalah tidak masuk akal dan
dianggap bodoh, beriman kepada Tuhan Yesus yang mati disalibkan.
Hikmat manusia tidak dapat menuntun manusia kepada Allah, namun
sebaliknya Allah-lah melalui penyataan diri-Nya kepada manusia yaitu dalam
“kebodohan pemberitaan Injil” yang dapat menuntun setiap orang percaya datang
kepadaNya. Pemberitaan salib dianggap sebagai suatu “kebodohan” karena dikatakan
bahwa Kristus harus menderita, bahkan mati agar manusia dapat selamat. Bagi
mereka yang percaya kepada “kebodohan pemberitaan” itulah, Allah berkenan
memberi keselamatan.
Manusia duniawi selalu berharap bahkan menuntut bukti
melalui “Tanda dan Hikmat”. Pemberitaan salib menjadi batu sandungan bagi orang
Yahudi dan menjadi kebodohan bagi orang bukan Yahudi (khususnya bangsa Yunani).
Mereka tidak bisa menerima / percaya bahwa Mesias (Anak Allah) harus mati
disalibkan, untuk menyelamatkan manusia dari dosa, mereka menganggap sebagai kegagalan
besar. Tidak mungkin dan tidak dapat diterima akal sehat orang yang mati disalibkan
dapat menyelamatkan orang lain. Injil merupakan berita yang sulit untuk diterima
dan harus ditolak, hikmat manusia menganggap karya Kristus suatu kebodohan.
Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Ini berlaku
bagi mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi, dkl. berlaku
bagi semua orang. Mereka yang menerima dan percaya kepada Injil adalah termasuk
dalam orang yang dipanggil. Hanya yang percaya sajalah yang dapat mengerti
bahwa pemberitaan salib Kristus merupakan “kekuatan Allah” dan “hikmat Allah”
untuk mengalahkan kuasa dosa dan maut. Dan merupakan satu-satunya jalan untuk
menyelamatkan manusia. Oleh karena itu, walaupun kelihatan “bodoh” dan “lemah”
dipandang dari sudut duniawi, rencana Allah melalui salib itu melebihi segala
hikmat dan kekuatan manusia. Apa yang bodoh dari Allah masih lebih besar
hikmatnya dibanding kebesaran hikmat manusia. Apa yang lemah dari Allah
masih jauh lebih kuat dibanding segala kekuatan manusia.
Salib merupakan
bukti betapa kekuatan dan hikmat manusia telah dipermalukan oleh Allah.
Keselamatan melalui salib hanya dimungkinkan oleh hikmat dan kuasa Allah. Amin.
st hdi sipahutar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar