Noel Forum

Senin, 24 September 2012

Kristus adalah kekuatan dan hikmat Allah



Sermon Parhalado HKBP Ressort Bandung Tengah
Selasa, 6 Maret 2012
“Kristus adalah kekuatan dan hikmat Allah”
Ev. 1 Korintus 1:18-25                                                                     Ep. Mazmur 19 : 1-15

Pemberitaan tentang salib akan dipandang sebagai “kebodohan” oleh mereka yang kurang mengerti, sebab dalam penilaian manusia memang nampaknya bodoh kalau Anak Allah harus mati dibunuh oleh karena dosa manusia, seharusnya dosa itu bisa dibinasakan oleh Allah. Itulah hikmat dunia / manusia yang hanya melihat sebatas pada salib saja dan tidak melihat lebih jauh, yaitu pada kebangkitan dan kemenangan Tuhan Yesus atas kematian. Namun pemberitaan salib atau Injil itu adalah “kekuatan Allah”. Injil membuktikan karya dan kuasa Allah untuk mengalahkan kuasa dosa serta memperbarui manusia yang percaya ( Rom. 1:16). Karya Kristus merupakan hikmat Allah.

Hikmat manusia dan hikmat Allah selalu bertentangan. Manusia selalu berusaha dengan pikirannya sendiri dalam usahanya mencari keselamatan dan menolak rencana atau jalan keselamatan yang Allah tawarkan melalui penyaliban dan kebangkitan Kristus. Karena itu adalah tidak masuk akal dan dianggap bodoh, beriman kepada Tuhan Yesus yang mati disalibkan.

Hikmat manusia tidak dapat menuntun manusia kepada Allah, namun sebaliknya Allah-lah melalui penyataan diri-Nya kepada manusia yaitu dalam “kebodohan pemberitaan Injil” yang dapat menuntun setiap orang percaya datang kepadaNya. Pemberitaan salib dianggap sebagai suatu “kebodohan” karena dikatakan bahwa Kristus harus menderita, bahkan mati agar manusia dapat selamat. Bagi mereka yang percaya kepada “kebodohan pemberitaan” itulah, Allah berkenan memberi keselamatan.

Manusia duniawi selalu berharap bahkan menuntut bukti melalui “Tanda dan Hikmat”. Pemberitaan salib menjadi batu sandungan bagi orang Yahudi dan menjadi kebodohan bagi orang bukan Yahudi (khususnya bangsa Yunani). Mereka tidak bisa menerima / percaya bahwa Mesias (Anak Allah) harus mati disalibkan, untuk menyelamatkan manusia dari dosa, mereka menganggap sebagai kegagalan besar. Tidak mungkin dan tidak dapat diterima akal sehat orang yang mati disalibkan dapat menyelamatkan orang lain. Injil merupakan berita yang sulit untuk diterima dan harus ditolak, hikmat manusia menganggap karya Kristus suatu kebodohan.

Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Ini berlaku bagi mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi, dkl. berlaku bagi semua orang. Mereka yang menerima dan percaya kepada Injil adalah termasuk dalam orang yang dipanggil. Hanya yang percaya sajalah yang dapat mengerti bahwa pemberitaan salib Kristus merupakan “kekuatan Allah” dan “hikmat Allah” untuk mengalahkan kuasa dosa dan maut. Dan merupakan satu-satunya jalan untuk menyelamatkan manusia. Oleh karena itu, walaupun kelihatan “bodoh” dan “lemah” dipandang dari sudut duniawi, rencana Allah melalui salib itu melebihi segala hikmat dan kekuatan manusia. Apa yang bodoh dari Allah masih lebih besar hikmatnya dibanding kebesaran hikmat manusia. Apa yang lemah dari Allah masih jauh lebih kuat dibanding segala kekuatan manusia.
Salib merupakan bukti betapa kekuatan dan hikmat manusia telah dipermalukan oleh Allah. Keselamatan melalui salib hanya dimungkinkan oleh hikmat dan kuasa Allah. Amin.

st hdi sipahutar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar